i have waited for you~
seandainya kamu tau seberapa besar aku menyayangimu
seandainya kamu tau seberapa besar rasa yang aku pertahankan untukmu
seandainya kamu tau seberapa banyak airmata yang telah kutumpahkan untukmu
seandainya kamu tau seberapa lama aku diam dalam sendiri, menantimu dalam suatu kebutuhanku
seandainya kamu tau bagaimana aku menjaga ini dan berusaha tak berpaling darimu
seandainya kamu tau aku yang mulai kehilangan sosokmu di sini
seandainya kamu tau seberapa sering aku menanti kisah bahagia yang akan terjadi
seandainya kamu tau seberapa besar rasa khawatirku di saat kau mulai menghilang
seandainya kamu tau seberapa besar rasa takutku saat kamu mulai merasa jenuh
seandainya kamu tau seberapa besar rasa maafku disaat semua terulang kembali
seandainya, yaah seandainya, dan semua ini tak kau tau
aku tau aku bukan yang kau harapkan
hanya secercah mahluk yang ikut menyela masuk dalam kehidupanmu
aku bukan yang kau nanti selama itu
karna aku yang memaksamu hadir dalam setiap langkahku
aah, entahlah merasa tidak berguna disampingmu
sudah berungkali aku mengalami hal ini
namun tidak pernah sedalam dan sejauh ini
seperti yang terjadi antara aku dan kamu
berulang kali aku dikatakan memiliki hati batu
kenapa? karena aku keras seperti batu
aku mencintai seseorang dengan tangguh
tanpa melihat apakah seseorang itu tetap ingin bertahan denganku atau tidak
entah apa saja yang telah mereka hentakkan padaku, apa saja yang telah mereka lakukan padaku
entah bertujuan menyakitiku, atau bertujuan untuk mengusirku dari kehidupan mereka
entahlah, andai saja aku mampu untuk membaca pikiran mereka
mungkin aku sanggup menafsirkan apa yang ada dalam benak mereka
sehingga aku tak akan berubah menjadi hati batu seperti ini
maaf seandainya hingga saat ini aku masih mencintaimu dengan hati batu
hati batu, namun aku masih sanggup menangis
seandainya batu itu pun mampu melapuk
aku pun juga mampu menangis
aku (mungkin) belum terlalu banyak mengalami kenangan manis bersamamu
namun, di setiap waktu yang telah kita lalui pun sanggup meneteskan airmata
entah seperti saat ini pula
hal gila bukan, menulis (dan) menangis
aku merindukanmu seperti dalam setiap kata yang aku tuliskan di sini
aku merindukanmu dalam setiap pesan yang kau kirimkan padaku
aku merindukanmu tersenyum dan membagi waktu untukku
aku merindukanmu yang hanya untukku
aku merindukanmu dengan setiap tetes airmata yang jatuh saat ini
yaa, si hati batu ini merindukanmu
dan si tangis ini membutuhkanmu dalam rindunya
"kurelakan pundakku untuk setiap tangismu"
jika semuanya adalah cukup
jika suatu kecukupan ini adalah bahagia
aku berusaha, untuk membuatmu cukup dan bahagia
membuatnya berakhir dan membuatmu bahagia
kali ini aku tidak ingin memaksamu dengan lebih dalam
sedalamnya aku, telah aku luapkan untuk perasaanku
memaksamu bukanlah jalanku lagi
dan jika memang jalanku sudah tertutup untukku
aku tak akan memaksanya untuk kembali
karena memaksa hal yang sudah tertutup adalah tiada
aku mencintaimu sungguh
jika kau tak mencintaiku, aku tak memaksamu
tak kan mengganggu kehidupan yang membuat gurat indah diwajahmu itu
jadi, haruskah aku berhenti mencintaimu?
to : someone who have all of my tears
:)smoga kita sama2 tau ,, nek aku yo syang mbi kamu :)
BalasHapus