Senin, 02 April 2012

KARENA AKU SAYANG KAMU

cerpen pertama aku :) silahkan dibaca dan berkomentar :D
cerpen cinta-cintaan sih , semoga bisa dinikmati :D

KARENA AKU SAYANG KAMU
oleh Aulia Dyas Puspa

“Sivia!” panggil iyel dari kejauhan
“iya yel?” sapa via dengan tenang
“gue mau bicara sama loe? Boleh?”
“boleh, dimana?” tanya via
“di taman ya, pulang sekolah.” Semangat iel
“iya.”
Percakapan itu masih terpikir di benak via, 3 tahun lalu saat dia masih duduk di kelas 8 SMP


@taman

“ada apa sih yel?” tanya via ga sabar
“gue, gue……..” potong iel. Matanya sudah memancarkan airmata yang sulit ia bendung
“iel?ada apa? Kamu jangan nangis dong, anak cowok ga boleh nangis.” Kata via sambil mengusap airmata iel,sahabat terbaiknya itu
“gue sayang loe vi!” kata iel dengan cepat
“aku juga sayang kamu yel.” Balas via dengan sangat tulus
“tapi, sayang loe ma sayang gue beda.” Bentak iel tiba-tiba
“maksud kamu apa yel?aku ga ngerti” tanya via
“loe sayang gue sebagai saahabat, gue tau itu, tapi sayang gue melebihi sayang loe, sayang gue melebiihi sayang gue ke bokap nyokap gue yang ga pernah ngertiin gue, sayang gue ke elo melebihi sayang gue ke diri gue sendiri!”
“aku gak tau maksud omongan kamu yel.”
“udah, lupain!loe emang sahabat terbaik gue, tapi sayangnya loe gak tau seberapa besar sayang gue ke elo, dan gue udah cukup lama mendem rasa gue ke elo. Gue harap loe bisa pikir semua ini, selama gue pergi!” balas iel
Sivia benar tak habis pikir, apa yang iel katakan, dia mengatakan dengan begitu cepat, ia merasa bukan diri iel yang ada di dalam tubuh iel sekarang, tapi entahlah, dia tidak bisa berfikir untuk saat-saat seperti ini.

“pergi?kemana? kalo kamu sayang via kamu gabakal ninggalin via.”
“entahlah!gue mesti ngikut bokap gue ke australi”
“apa?sejauh itu?”
“sepertinya.”jawwab iel yang sepertinya udah mulai tenang.

Kini, via yang menangis, meratapi harinya yang bakal sendiri, ya, dia memang hanya memiliki seorang sahabat di sekolahan itu. Hanya iel seorang. Semua murid tak habis pikir juga bagaimana mereka bisa berteman. Mereka adalah dua orang yang sangat bertolak belakang. Sivia , dia anak yang manis, selalu bertanggung jawab, baikhati, sopan, selalu mengatakan aku-kamu, tak pernah sekalipun dia melontarkan kata gue-loe karna dia telah berprinsip
“kata aku lebih manis daripada kata gue, dan kata kamu lebih indah daripada kata loe.”, ya semua orang tau itu. Tapi, semua orang tak ada yang mendekatinya, karena dia punya sesuatu yang mungkin tak disukai oranglain diluar sana, dia mengidap suatu penyakit. Dia mengidap tumor serius di otaknya. Yang telah diperediksikan dokter tak kan bertahan lama, tapi entah keajaiban darimana masih ada satu teman yang sangat peduli padanya, iel, murid yang terkanal sangat bandel dan tak bisa di atur ini ternyata bisa luluh pada seorang gadis seperti sivia.

“jadi iel bakal ninggalin via?”
“apa boleh buat, gue gabisa apaapa lagi.”
“tapi, iel janji gag bakal lupain via ya?”
“gue janji !”
“via ga bakal lupain iel.”
“gue janji bakal inget loe.”
Via hanya tersenyum, yang mungkin akan menjadi senyum untuk iel , sahabatnya itu.
“gue harus pergi sekaramg.”jawab iel sambil berlari meninggalkan via
Tiba-tiba iel berbalik dan berkata

“gue bakal inget loe, karna gue cinta sama loe.” teriak iel
“aku bakal inget sama kamu, tapi yang harus kamu ingat, kata aku lebih indah daripada kata gue, kata sayang lebih bermakna daripada kata cinta dan kata kamu lebih berarti daripada kata loe. aku sayang kamu lebih membuat bahagia daripada gue cinta loe” balas via

Iel mengerti akan semua kata-kata via itu, dia berlari meninggalkan via sendiri di taman itu.

3tahun kemudian , kelas 11

“heh, loe via ngelamun aja.” Kaget rio
“ah, napa sih loe ngagetin gue”balas via.
“ngelamun aja sih loe!”
“yaudah deh. Entar jadi party?” tanya via
“jadi dong. Kerumah si adek kelas imut itu kan?”
“oke, jemput gue !” perintah via
“siap non.”

Waaw. Sekarang via benar berubah. Kata gue elo yang gak pernah dia gunain sekarang jadi makanan seharinya, party yang dulunya sangat dia benci udah jadi makanan sehari-harinya, entah siapa yang merubahnya

@party

“wah loe kliatan cantik vi.” Cerocos rio di sepanjang jalan
“ah, biasa kali gue cantik, loe aja yang jarang keluar sama gue.”
“ah, loe ah, tuh, liat, cowok di pojok sana sampe liatin loe mulu, kakaknya si Tania ya? Keliatanya mirip”
sivia melirik ke tempat yang ditunjukin sama rio. Seorang cowok keren, tinggi dan cakep. Tapi, sepertinya dia mengenalnya, ada sesuatu yang mengikat mereka. Cowok itu berjalan mendekatinya

“eh, vi, dapet gebetan baru noh.” Kata rio nunjuk ke arah si cowok
“apaan ah loe.” via ga sependapat
“hai, temen Tania? Aku kakaknya, iel!” kata cowok bernama iel mengulurkan tangan
“gue rio.kakak kelasnya”
“gue sivia”
‘dia?sivia?nama yang sama persis dengan nama sahabat yang slalu membayangi mimpiku.’batin iel
‘iel?sahabatku dulu?’ pikir via
“mau ke taman depan ga?” tanya iel hati-hati ke via
“oke, gue keluar dulu ya yo!” kata via
‘mungkin dia orang yang sama tapi dengan sifat yang berbeda’

Dulu, disaat mereka bersahabat mereka sering memandang sebuah bintang. Kini, iel ingin membuktikan apakah dia via sahabat yang sangat disayanginya itu.

“liat, bintangnya indah kan, kamu tau itu bintang apa?”pancing iel
“gue tau, itu druva.”
“seandainya kamu tau, bintang itu punya makna tersendiri.”pancing iel lagi
“ya, gue juga tau. Bintang itu lambang keteguhan hati,” jawab via santai
“wah, kamu tau banyak.”
“gue sering liat bareng sahabat gue tapi itu dulu.” Kata via
‘benar, dia via seseoramg yang ku cari’ batin iel
“kenapa kamu mengatakan gue-elo, gueelo, kalo kamu ketemu sahabatku kamu bakal abis dimarahin dia deh, aku jamin.” Sanggah iel
“emang kenapa?”
“dia orang yang perhatian.”
“cewek?” tanya via , yang juga memancing apakah dia sahabat itu.
“iya, dan dia sangat manis.”
“ouh.”
“kamu harus tau kata-katanya yang merubahku.”
“merubah loe?”
“ya, aku jadi seseorang yang lebih baik sekarang.”
“baik seperti apa?”
“aku tidak menggunakan loe gue lagi, hanya karna dia.”
“sepertinya dia segalanya bagi loe”
“ya, kata-kata slalu mengingatkanku, dia slalu berkata kata aku lebih indah daripada katague, kata sayang lebih bermakna daripada kata cinta dan kata…………….” Tiba-tiba iel terdiam,
“dan kata kamu lebih berarti daripada kata loe. aku sayang kamu lebih membuat bahagia daripada gue cinta loe” jawab via
“kamu tau?” tanya iel
“gue kangen loe yel.” Peluk via tiba-tiba sambil menangis
“aku juga vi.tapi, kamu berubah, aku merindukanmu yang dulu.”

Via melepaskan pelukannya, dia menunduk

“yang dulu? Gue seperti ap? Seorang pengecut?”
“siapa yang bilang?” tanya iel “kamu anak yang manis saat itu,tapi sekarang benar berubah”
“apa? Gue gini juga karna loe, loe ninggalin gue. Gue butuh loe,gue butuh temen. Dan gue bsa dapet temen dengan cara ini.” Balas via
“karna aku? Aku bisa berubah karna kamu via, Cuma kamu, tapi kamu malah berubah. Sepertinya aku sia-sia berubah hanya demi kamu?”
“demi aku?”tanya via
“ya, siapa lagi kalo bukan kamu. Aku slalu menjaga sikapku, merubah gaya bicaraku. Hanya demi kamu.”
“jadi?”
“aku ingin kamu berubah seperti dulu vi.”
“mungkin.” ‘
“karna………”kali ini kata-kata iel terpotong lagi
“karna ap?”
“karna aku sayang kamu , bukan gue cinta loe.” jawab iel tersenyum
“loe serius?”
“ya.”
“aku sayang kamu juga yel.” Via memeluk iel, penuh sayang,,
“dan kamu mau berubah seperti aku berubah?”
“ya, tentu, asal kau mau merubahku.”
“aku akan slalu ada disampingmu untuk merubahmu seperti dulu.”
“dan satu lagi pertanyaan tentang mu terjawab sekarang yel.”
“tentang apa?”
“aku pernah bertanya dalam hati, saat aku berubah, kau akan meninggalkanku, akan mendekatiku atau akan merubahku. Dan aku mememukan jawbannnya sekarang.” Via penuh senyum (inspired:galaxiia)
“ya,, itu semua karna aku sayang kamu.”

Mereka semua tersenyum. Memandang bintang penug bahagia. Semua karena, aku sayang kamu, bukan gue cinta loe.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar